Sabtu, 20 Oktober 2012

perkembangan intelektual dan bahasa


PERKEMBANGAN INTELEKTUAL DAN BAHASA
Perkembangan Intelektual
Tahapan Perkembangan Intelek/kognitif
Jean Piaget (Bybee and Sun, 1982) mebagi perkembangan intelek/kognitif menjadi empat tahapan sebagai berikut
1. Sensori-motoris (0 – 2 tahun). Sifat-sifat yang tampak pada anak adalah stimulus sound, anak berinteraksi dengan stimulus dari luar. Lingkungan dan waktu terbatas, kemudian berkembang sampai dapat berimajinasi. Konsep tentang benda berkembang, mengembangkan tingkah laku baru, kmampuan untuk meniru. Ada usaha untuk berpikir. Perubahan yang terlihat antara lain, gerakan tubuhnya merupakan aksi refleks, merupakan eksperimen dengan lingkungannya.

2. Praoperasional (2 – 7 tahun). Sifat-sifat anak adalah, belum sanggup melakukan operasi mental, belum dapat membedakan antara permainan dengan kenyataan, atau belum dapat mengembangkan struktur rasional yang cukup, masa transisi antara struktur sensori motor ke berpikir operasional. Perubahan yang terlihat pada anak adalah, sifat egosentris baru akan berkembang apabila anak banyak berinteraksi sosial, konsep tentang ruang dan waktu mulai bertambah,bahasa mulai dikuasai.

3. Operasional Konkret (7 – 11 tahun). Sifat-sifat anak, dapat berpikir konkret karena daya otak terbatas pada objek melalui pengamatan langsung, dapat mengembangkan operasi mental seperti menambah dan mengurang, mulai mengembangkan struktur kognitif berupa ide atau konsep, melakukan operasi logika dengan pola berpikir masih konkret. Perubahan yang terlihat pada anak: tidak egosentri lagi, berpikir tentang objek yang berhubungn dengan berat, warna, dan susunan, melakukan aktivitas yang berhubungan dengan objek, membuat keputusan logis.

4. Operasional Formal (11 tahun ke atas). Sifat-sifat anak: pola berpikir sistematis meliputi proses yang kompleks, pola berpikir abstrak dengan menggunakan logika matematika, pengertian tentang konsep waktu dan ruang telah meningkat secara signifikan. Perubahan yang terlihat: anak telah mengerti tentang pengertian tak terbatas, alam raya dan angkasa luar.


KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Piaget membangi empat tahapan perkembangan intelektual/ kognitif, yaitu (1) tahap sensori motoris, (2) tahap praoperasional, (3) tahap operasional konkret dan (4) tahap operasional formal. Setiap tahapan memiliki karakteristik tersendiri sebagai perwujudan kemampuan intelek individu sesuai dengan tahap perkembangannya.
Adapun karakteristik setiap tahapan perkembangan intelek tersebut adalah sebagai berikut :

1.Karakteristik Tahap Sensori-Motoris
Tahap sensori-motoris ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut :
a)         Segala tindakannya masih bersifat naluriah
b)         Aktivitas pengalaman didasarkan terutama pada pengalaman indra
c)         Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu untuk    mengategorikan pengalaman
d)       Individu mulai belajar menangani objek-objek konkret melalui skema-skema sensori            motorisnya.
Sebagai upaya lebih memperjelas karakteristik tahap sensori-motoris ini, Piaget  merinci lagi tahap sensori-motoris ke dalam enam fase dan setiap fase memiliki karakteristik tersendiri.

a.    Fase pertama (0-1 bulan) memiliki karakteristik sebagai berikut :
-           Individu mampu bereaksi secara refleks
-           Individu mampu menggerak-gerakkan anggota badan meskipun belum terkoordinir
-           Individu mampu mengasimilasi dan mengakomodasikan berbagai pesan yang diterima dari lingkungannya.

b.    Fase kedua (1-4 bulan) memiliki karakteristik bahwa individu mampu memperluas skema yang dimilikinya berdasarkan hereditas
c.    Fase ketiga (4-8 bulan) memiliki karakteristik bahwa individu mulai dapat memahami hubungan antara perlakuannya terhadap benda dengan akibat yang terjadi pada benda itu.
d.   Fase keempat (8-12 bulan) memiliki karakteristik sebagai berikut :
-           Individu mampu memahami bahwa benda tetap ada meskipun untuk sementara                  waktu hilang dan akan muncul lagi di waktu lain.
-           Individu mulai mampu mencoba sesuatu
-           Individu mampu menentukan tujuan kegiatan tanpa tergantung kepada orangtua


e.    Fase kelima (12-18 bulan) memiliki karakteristik sebagai berikut :
-           Individu mulai mampu untuk meniru
-           Individu mampu untuk melakukan berbagai percobaan terhadap lingkungannya secara  lancar

f.     Fase keenam (18-24 bulan) memiliki karakteristik sebagai berikut :
-           Individu mulai mampu untuk mengingat dan berpikir
-           Individu mampu untuk berpikir dengan menggunakan simbol-simbol bahasa sederhana
-           Individu mampu berpikir untuk memecahkan masalah sederhana sesuai dengan tingkat perkembangannya
-          Individu mampu memahami diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang

2. Karakteristik Tahap Praoperasional
Tahap praoperasional ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut :
a)      Individu telah mengkombinasikan dan mentrasformasikan berbagai informasi
b)     Individu telah mampu mengemukakan alasan-alasan dalam menyatakan ide-ide
c)     Individu telah mengerti adanya hubungan sebab akibat dalam suatu peristiwa konkret,  meskipun logika hubungan sebab akibat belum tepat
d)    Cara berpikir individu bersifat egosentris ditandai oleh tingkah laku :
1) berpikir imajinatif
2) berbahasa egosentris
3) memiliki aku yang tinggi
4) menampakkan dorongan ingin tahu yang tinggi dan
5) perkembangan bahasa mulai pesat.

3. Karakteristik Tahap Operasional Konkret
         Tahap operasional konkret ditandai dengan karakteristik menonjol bahwa segala sesuatu dipahami sebagaimana yang tampak saja atau sebagaimana kenyataan yang mereka alami. Jadi, cara berpikir individu belum menangkap yang abstrak meskipun cara berpikirnya sudah tampak sistematis dan logis. Dalam memahami konsep, individu sangat terikat kepada proses mengalami sendiri. Artinya, mudah memahami konsep kalau pengertian konsep itu dapat diamati atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan konsep tersebut.



4. Karakteristik Tahap Operasional Formal
Tahap operasional formal ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut :
a)      Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi
b)      Individu mulai mampu berpikir logis dengan objek-objek yang abstrak
c)      Individu mulai mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis
d)     Individu bahkan mulai mampu membuat perkiraan (forecasting) di masa depan
e)     Individu mulai mampu untuk mengintrospeksi diri sendiri sehingga kesadaran diri sendiri tercapai
f)     Individu mulai mampu membayangkan peranan-peranan yang akan diperankan sebagai orang dewasa
g)    Individu mulai mampu untuk menyadari diri mempertahankan kepentingan masyarakat di lingkungannya dan seseorang dalam masyarakat tersebut.


Faktor- Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Intelek Kognitif

1.      Faktor Hereditas
Semenjak dalam kandungan, anak telah memiliki sifat-sifat yang menentukan daya kerja intelektualnya. Secara potensial anak telah membawa kemungkinan apakah akan menjadi kemampuan berfikir setara normal, di atas normal atau di bawah normal. Namun, potensi ini tidak akan berkembang atau terwujud secara optimal apabila lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, peranan lingkungan sangat menentukan perkembangan intelektual anak.

2.      Faktor Lingkungan
Ada dua unsur lingkungan yang sangat penting peranannya dalam memengaruhi perkembangan intelek anak, yaitu keluarga dan sekolah.

a. Keluarga
Intervensi yang paling penting dilakukan oleh keluarga atau orang tua adalah memberikan pengalaman kepada anak dalam berbagai bidang kehidupan sehingga anak memiliki informasi yang banyak yang merupakan alat bagi anak untuk berpikir. Cara-cara yang digunakan, misalnya memberi kesempatan kepada anak untuk merealisasikan ide-idenya, menghargai ide-ide tersebut, memuaskan dorongan keingintahuan anak dengan jalan seperti menyediakan bacaan, alat-alat keterampilan, dan alat-alat yang dapat mengembangkan daya kreativitas anak. Memberi kesempatan atau pengalaman tersebut akan menuntut perhatian orangtua.

b. Sekolah
Sekolah adalah lembaga formal yang diberi tanggungjawab untuk meningkatkan perkembangan anak tersebut perkembangan berpikir anak. Dalam hal ini, guru hendaknya menyadari bahwa perkembangan intelektual anak terletak di tangannya. Beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Menciptakan interaksi atau hubungan yang akrab dengan peserta didik.
Dengan hubungan yang akrab tersebut, secara psikologis peserta didik akan merasa aman sehingga segala masalah yang dialaminya secara bebas dapat dikonsultasikan dengan guru mereka.
2) Memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk berdialog dengan orang-orang yang ahli dan pengalaman dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sangat menunjang perkembangan intelektual anak. Membawa para peserta didik ke objek-objek tertentu, seperti objek budaya dan ilmu pengetahuan, sangat menunjang perkembangan intelektual peserta didik.
3) Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan fisik anak, baik melalui kegiatan olahraga maupun menyediakan gizi yang cukup, sangat penting bagi perkembangan berpikir peserta didik. Sebab jika peserta didik terganggung secara fisik, perkembangan intelektualnya juga akan terganggung
4) Meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik, baik melalui media cetak maupun dengan menyediakan situasi yang memungkinkan para peserta didik berpendapat atau mengemukakan ide-idenya. Hal ini sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan intelektual peserta didik.
PERKEMBANGAN BAHASA
1.Perkembangan Bahasa
          Peneliti psikologi perkembangan  mengatakan bahwa secara umum perkembangan bahasa lebih cepat dari perkembangan aspek-aspek lainnya,meskipun kadang-kadang ditemukan juga sebagian anak yang lebih cepat perkembangan motoriknya daripada perkembangan bahasanya.berdasarkan hasil-hasil penelitiannya maka ahli psikologi perkembangan mendefinisikan perkembangan bahasa sebagai kemampuan individu dalam menguasai kosakata, ucapan, gramatikal, dan etika pengucapannya dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perkembangan umur kronologisnya.perbandingan antara umur kronologis dengan kemampuan berbahasa individu menunjukkan perkembangan bahasa individu yang bersangkutan.
2.Tahapan Perkembangan Bahasa
          Secara umum, perkembangan keterampilan berbahasa pada individu menurut Berk (1989) dapat dibagi kedalam empat komponen, yaitu:
1.      Fonologi (phonology)
Fonologi berkenaan dengan bagaimana individu memahami dan menghasilkan bunyi bahasa.
2.      Semantic (semantics)
Semantic merujuk kepada makna kata atau cara yang mendasari konsep-konsep yang diekspresikan dalam kata-kata atau kombinasi kata.
3.      Tata bahasa (grammar)
Tata bahasa merujuk pada penggunaan tata bahasa yanmg sudah baik dan benar.
4.      Pragmatics)
Pragmatic merujuk pada sisi komunikatif dari bahasa.ini berkenaan dengan bagaimana menggunakan bahasa dengan baik ketika berkomunikasi dengan orang laindidalamnya meliputi bagaimana mengambil kesempatan yang tepat, mencari dan menetapkan topic yang relevan, mengusahakan agar benar-benar komunikatif, bagaimana menggunakan bahasa tubuh, intonasi, suara dan menjaga konteks agar pesan-pesan verbal yang disampaikan  dapat dimaknai secara tepat oleh penerimanya.
          Dilihat dari perkembangan umur kronologis yang dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berbahasa individu, tahapan perkembangan bahasa  dapat dibedakan kedalam tahap-tahap sebagai berikut:
1)      Tahap pralinguistik atau meraba (0,3-1,0 tahun)
Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai fungsi yang komunikatif.
2)      Tahap holofrastik atau kalimat satu kata (1,0-1,8 tahun)
Pada usia sekitar satu tahun anak mulai mengucapkan kata-kata.satu kata yang diucapkan oleh anak-anak harus dipandang sebagai suatu kalimat penuh.mencakup aspek intelektual maupun emosional sebagai cara untuk menyatakan mau tidaknya terhadap sesuatu.
3)      Tahap kalimat dua kata (1,6-2,0 tahun)
Pada tahap ini anak mulai memiliki banyak kemungkinan unyuk menyatakan kemauannya dan berkomunikasi dengan menggunakan kalimat sederhana yang disebut dengan istilah “kalimat dua kata” yang dirangkai secara tepat.
4)      Tahap pengembangan tata bahasa (2,0-5,0 tahun)
Pada tahap ini anak mulai mengembangkan tata bahasa,panjang kalimat mulai bertambah.ucapan-ucapan yang dihasilkan semakin kompleks dan mulai menggunakan kata jamak dalam kematangan perkembangan anak.
5)      Tahap pengembangan tata bahasa lanjutan (5,0-10,0 tahun)
Pada tahap ini anak semakin mampu mengembangkan struktur tata bahasa yang kompleks  serta mampu menggabungkan kalimat-kalimat sederhana dengan komplementasi, relativasi, dan konjungsi.
6)      Tahap kompetensi lengkap (11,0 tahun-dewasa)
Pada akhir masa kanak-kanak perbendaharaan kata semakin meningkat,gaya bahasa mengalami perubahan, dan semakin lancer serta fasih dalam berkomunikasi.keterampilan dan performasi tata bahasa terus berkembang kearah tercapainya kompetensi berbahasa secara lengkap sebagai perwujudan dari kompetensi komunikasi.
3.Hubungan Kemampuan Berbahasa Dengan Kemampuan Berfikir
          Berfikir pada dasarnya merupakan rangkaian kognisi yang bersifat pribadi atau pemrosesan informasi yang berlangssung selama munculnya stimulus sampai dengan munculnya respon (Morgan 1989) dalam proses berfikir digunakan symbol-simbol yang memiliki makna atau arti tertentu bagi masing-masing individu .manifestasi dari proses berfikir manusia  serta sekaligus menjadi karakteristik dari proses berfikir manusia adalah bahasa (Glover 1987).
4 Krakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
          Karakteristik perkembangan bahasa remaja sesungguhnya didukung oleh perkembangan kognitif yang menurut Jean Peaget telah mencapai tahap operasional formal.sejalan dengan perkembangan kognitifnya, remaja mulai mampu mengaplikasikan prinsip-prinsif=p berpikir formal atau berpikir ilmiah secara baik pada setiap situasi dan telah mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun polo hubungan secara komprehensif, membandingkan secara kritis antara fakta dan asumsi dengan mengurangi penggunaan symbol-simbol dan terminology konket dalam mengkomunikasikannya.
          Sejalan dengan perkembangan psikis remaja yang berada pada fase pencarian jati diri, ada tahapan kemampuan berbahasa yang kadang-kadang menyimpang dari norma umum seperti munculnya istilah-istilah khusus dikalangan remaja.
5.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
      Secara rinci dapat diidentifikasikan sejumlah factor yang mempengaruhi per-kembangan bahasa, yaitu sebagai berikut:
a)      Kognisi
Tinggi rendahnya kemampuan kognisi individu akan mempengaruhi cepat lambatnya perkembangan bahasa individu.
b)      Pola komunikasi dalam keluarga
Dalam suatu keluarga yang pola komunikasinya banyak arah atau interaksinya relative demokratis akan mempercepat perkembangan bahasa anggota keluarganya disbanding yang menerapkan pola komunikasi dan interaksi sebaliknya.
c)      Jumlah anak atau anggota keluarga
Sejumlah keluarga yang memiliki banyak anak atau banyak anggota keluarga, perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi bervariasi dibandingkan keluarga yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota keluarga lain selain keluarga inti.
d)     Posisi urutan kelahiran
Perkembangan bahasa anak yang posisi urutan kelahiran di tengah akan lebih cepat ketimbang anak sulung atau anak bungsu.hal ini disebabkan anak tengah memiliki arah komunikasi ke atas  maupun ke bawah.adapun anak sulung hanya memiliki arah komunikasi ke bawah saja dan anak bungsu hanya memiliki arah komunikasi ke atas saja.
e)      Kedwibahasaan (bilingualism)
Anak yang dbesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa yang lebih dari satu akan lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasanya ketimbang yang hanya menggunakan satu bahasa saja karena anak terbiasa menggunakan bahasa secara bervariasi. Misalnya di dalam rumah dia menggunakan bahasa sunda dan di luar rumah dia menggunakan bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar